Search

laman

Selasa, 05 Oktober 2010

Kemampuan Otak tengah

Makin banyak baca, makin sedikit rupanya yang aku tau.
Awalnya adalah aktivitas baruku jadi penyedia jasa informasi dan konsultansi mengenai training aktivasi otak tengah. Gara-gara itu aku jadi tergerak untuk menggali dan merampok sebanyak-banyaknya ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan otak tengah dan fungsi otak keseluruhan.

Sedikit summary mengapa perlu mengaktifkan otak tengah:
Pendidikan saat ini kebanyakan lebih mengutamakan otak kiri. Sehingga mengakibatkan banyak orang tidak percaya adanya indera intuisi, daya prediksi dan kemampuan perspektif yang merupakan gejala umum di mana fungsi otak kanan tertekan oleh otak kiri.
Tetapi, setelah otak tengah diaktifkan, fungsi dari otak kanan dan otak kiri dapat berjalan secara seimbang. Otak kiri tidak lagi menekan otak kanan. Kemampuan prediksi, daya ingat, kesenian dan kemampuan refleks tidak hanya menjadi berkembang, tetapi kemampuan manajerial dan pemahaman mereka juga dapat terpelihara.
Orang seperti ini akan lebih memiliki rasa cinta kasih, lebih mencintai orang tua sendiri, termasuk orang yang lebih tua, memiliki kecerdasan dan kerukunan. Memulihkan potensi awal yang semestinya dimiliki oleh umat manusia.
Otak tengah atau midbrain atau bahasa latinnya, mesenchephalon, adalah bagian kecil dari otak manusia yang menjadi pusat pemancar penglihatan, pendengaran dan sistem informasi motorik. Simpelnya, orang yang otak tengahnya aktif, inderanya bisa lebih tajam. Ia jadi bisa seperti ‘melihat’ walaupun dalam gelap atau matanya ditutup. Bisa membedakan warna, bisa membaca koran, bahkan naik kendaraan meski matanya ditutup.
Inilah yang jadi fenomena di Indonesia beberapa bulan belakangan, karena ada GMC (Genius Mind Consultancy) yang punya metode mengaktifkan otak tengah untuk anak usia 5-15 tahun hanya dalam waktu dua hari saja!

Senang sekali rasanya karena misteri tentang potensi otak manusia sekarang sedikit demi sedikit mulai terkuak.
Sangat setuju dengan Mr. Ronald T. Gultom yang menulis di blognya berikut ini:

Perkembangan sel otak itu pada dasarnya dapat bersifat unlimited / tak terbatas apabila manusia hidup kekal, andaikata manusia tidak mati diumur 70 tahun (rata-rata umur hidup manusia) melainkan sanggup hidup kekal maka seluruh kemampuan otaknya akan dipakai secara maksimal dan optimal. Coba bayangkan jika manusia hidup sampai umurnya 1000 tahun saja, maka dapat dipastikan kemampuan otak manusia akan berkembang selama itu juga.
Sangat menarik, catatan kitab suci mengatakan bahwa nenek moyang manusia (Adam) sebelum dia mati, Adam mencapai umur 930 tahun. Silahkan baca – kitab Kejadian 5:5 “Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.” Analogi simple saja, seorang yg ingin meraih gelar sarjana membutuhkan waktu untuk kuliah sekitar 5 tahun, melanjutkan S2 membutuhkan waktu sekitar 2 tahun lagi, dan utk meraih gelar doktor sekitar 3 tahun lagi, maka total waktu yg dibutuhkan adalah sekitar 10 thn. Itu hanya untuk satu bidang disiplin ilmu.
Coba bayangkan kalau umur seseorang bisa mencapai 1000 tahun, maka dia bisa meraih gelar doktor untuk kira-kira 80 bidang ilmu yg berbeda. Maka bisa dibayangkan otak orang yang berumur 1000 tahun pasti akan menggunakan kemampuan otaknya lebih dari 10%.
Majalah Scientific American, edisi November 2005, memuat satu artikel tentang hasil penelitian terkini mengenai kapasitas otak dalam menyimpan informasi. Artikel itu mengatakan, untuk bisa mengisi penuh “hard disk” otak maka kita harus belajar satu hal baru setiap detik selama sekitar 30 juta tahun. Bayangkan, dibutuhkan waktu sekitar 30 juta tahun untuk mengisi full memory otak manusia.
Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung.
Latihan yang teratur dapat membuat sang anak menjadi lebih kuat dan mampu melihat benda yang terletak lebih tinggi lagi. Bahkan ada beberapa anak yang dapat medeteksi sampai 360 derajat. Hal itu berarti mereka dapat mendeteksi benda yang terletak di belakang, atas dan semua arah.
Training aktivasi otak tengah telah mulai dilakukan di Indonesia. Saat ini belum banyak orang yang mengetahui keberadaan dari training  ini. Training biasanya dilakukan selama 2 hari. Pada saat itu juga biasanya dilakukan training untuk para orang tua. Seperti juga bidang keahlian lainnya, orang tua berperan besar untuk dapat membantu anak mengembangkan potensi otak tengah mereka. Seorang anak dengan otak tengah yang kuat, diharapkan dapat mengembangkan otak kanan dan otak kiri secara lebih maksimal sehingga mereka dapat masuk kategori jenius. Bukan hanya dalam otak kiri (IQ, intelektual) , atau otak kanan (emosional, EQ) tetapi juga dalam ‘Loving Inteligence’. Mereka adalah individu yang seimbang dan mengasihi orang lain seperti sang pencipta mengasihi dia.
Dan jugaotak memungkinkan kita untuk membaca pikiran orang lain, telepathy, mengetahui apa yang terjadi di masa lalu atau tempat lain, memprediksi masa depan, menggerakkan benda dari jauh, berkomunikasi dengan hewan atau pohon, dan banyak lagi. Jadi, kemampuan-kemampuan yang disebut orang indra keenam, supranatural, magic, atau bahkan sihir dan semacamnya, kini bisa kita sebut sains.

anyway, otak tengah kucing sudah aktif lho ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar