Search

laman

Sabtu, 04 September 2010

Mythology monster part 6

Kinnara


Kinnara adalah makhluk surgawi berwujud setengah manusia setengah burung. Mereka pandai memainkan alat-alat musik, seperti Vina atau Kecapi.

Kinnara wanita disebut Kinnaris. Kinnaris berwujud wanita cantik dari kepala sampai pinggang, namun bagian tubuh ke bawah berwujud angsa. Mereka pandai bersyair, memainkan alat musik, dan menari. Mitologi tentang Kinnara banyak muncul di wilayah Asia Tenggara, khususnya yang memiliki pengaruh mayoritas Hindu, seperti Thailand, Kamboja, Myanmar, dan kadang-kadang Indonesia. Di candi Borobudur, Indonesia, terdapat relief yang menggambarkan Kinnara.

 

Makara

Makara dalam mitologi Hindu, adalah makhluk yang berwujud ikan berkepala gajah, seperti yang sering dilukiskan dan dipahatkan dalam candi-candi di Indonesia, khususnya di Bali dan Jawa. Orang Bali menyebutnya gajahmina, yang secara harfiah berarti "ikan gajah". Kadangkala Makara dilukiskan sebagai makhluk berwujud separuh kambing dan separuh ikan seperti simbol Kaprikornus dalam zodiak. Dalam kitab-kitab suci umat Hindu, makara adalah makhluk yang menjadi kendaraan Dewa Baruna dan Dewi Gangga.










 

Nandi

Nandi atau Nandiswara adalah lembu yang menjadi kendaraan dari dewa Siwa dalam mitologi Hindu. Candi yang mempunyai arca Nandi biasanya dikategorikan sebagai candi untuk pemujaan agama Hindu Siwa.









 

Nandini

Nandini (Sansekerta:"yang menyenangkan") adalah seekor lembu betina. Lembu ini dipakai sebagai wahana Batara Siwa. Nandini juga melambangkan sebagai lembu kekayaan, milik Bagawan Wasista, konon terlahir dari Surabhi, sang lembu kemakmuran yang muncul ketika samudra diaduk. Nama lain Nandini yang dikenal di Indonesia adalah Andini dan Handini. Patungnya ada di Candi Prambanan.Lembu Nandini dikenal mempunyai sifat tak kenal takut.Nama Nandini juga umum dipakai untuk nama perempuan di India dengan harapan agar yang diberi nama akan menjadi kuat.









 

Taksaka

Dalam mitologi Hindu, Taksaka (Sanskerta:Taksaka) adalah salah satu naga, putera dari Dewi Kadru dan Kashyapa. Ia tinggal di Nagaloka bersama saudara-saudaranya yang lain, yaitu Wasuki, Ananta Bhoga, dan lain-lain. Dalam Mahabharata, Naga Taksaka adalah naga yang membunuh Raja Parikesit.Naga Taksaka juga muncul dalam mitologi Bali, selayaknya pengaruh mitologi Hindu dari India. dalam mitologi Bali, Taksaka adalah ular yang tinggal di kahyangan. Tidak semua ular ini mempunyai perilaku yang jahat.










Uccaihsrawa

Dalam mitologi Hindu, Uccaihsrawa (Sansekerta:Uccaihsrava) atau Ucaisrawas (Sansekerta: Uchaisravas) (terkadang disebut Oncersrawa) adalah seekor kuda putih berkepala tujuh milik Dewa Indra, yang muncul saat pengadukan "lautan susu". Cerita tersebut muncul dalam kitab Adiparwa. Warna Uccaihsrawa menjadi bahan taruhan antara Winata (ibu Garuda) dan Kadru (ibu para ular). Akhirnya, ekor kuda Uccaihsrawa menjadi hitam karena disemprot oleh bisa para naga.George Harrison menggunakan kuda Ucaisrawas sebagai label musik Dark Horse Records. Konon Ucaisrawa berwarna seputih salju, dengan ekor hitam pekat.


Yaksa

Yaksa (berasal dari bahasa Sanskerta) adalah sejenis makhluk dalam mitologi Hindu, setengah manusia, setengah dewa. Yaksa seringkali dihubungkan dengan raksasa.



















Wanara

Dalam mitologi Hindu, Wanara (Sansekerta:Vanara) berarti "manusia berekor monyet". Istilah ini sangat terkenal untuk merujuk kepada ras manusia-kera dalam wiracarita Ramayana yang memiliki sifat gagah berani dan selalu ingin tahu. Istilah Wanara juga bisa merupakan kependekan dari "Wana-nara" (manusia (nara) yang hidup di hutan (wana)). Wiracarita Mahabharata menggambarkan mereka sebagai suku yang hidup di tengah-tengah hutan. Mereka dijumpai oleh Sadewa, seorang jendral Pandawa yang memimpin kampanye militer ke India Selatan.

Menurut Ramayana, para Wanara umumnya tinggal di Kiskenda yang di masa sekarang terletak di wilayah India Selatan, di tengah hutan Dandaka, dimana Sri Rama menjumpai mereka saat berpetualang mencari Sita. Para wanara menolong Rama mencari Sita, dan juga turut bertarung melawan Rahwana, sang penculik Sita.

Seperti yang digambarkan dalam wiracarita, ciri-ciri wanara misalnya suka bersenang-senang, kekanak-kanakan, ringan tangan, suka bercanda, hiperaktif, gemar berpetualang, jujur nan polos, setia, berani, dan ramah. Mereka lebih pendek daripada tinggi manusia pada umumnya dan tubuh mereka ditutupi oleh bulu yang cerah, umumnya berwarna cokelat.

Wanara yang terbesar dan terkenal adalah Hanoman, abdi setia Sri Rama, dan merupakan inkarnasi dari Dewa Siwa. Beberapa wanara terkenal lainnya adalah Anjani (ibu Hanoman), Sugriwa, Subali, Nila dan Anggada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar